News Update :

Masa Depan Opera

Penulis : qita nakata on Jumat, 25 November 2011 | 20.27

Jumat, 25 November 2011

Rp 000,000.00
Terinspirasi dari keindahan alam Norwegia, lahirlah peramban yang bukan hanya tampil cantik, melainkan juga selalu inovatif. Nomor satu di ponsel, populer di desktop, dan sekarang telah merambah ke perangkat televisi. Inilah cerita masa kini dan masa depan Opera.

Skandinavia, tanah air kaum Viking yang terletak di belahan Eropa Utara. Disadari atau tidak, lebih dari satu abad terakhir, kawasan ini telah menelurkan sejumlah perusahaan besar di industri teknologi informasi dan komunikasi.

Swedia punya Ericsson, vendor perangkat telekomunikasi mobile terbesar di dunia. Denmark memiliki Bang & Olufsen, nama besar dalam bidang sistem audio. Finlandia adalah negara asal Nokia, penguasa pasar ponsel dunia, dan Rovio Mobile, pengembang mobile game terpopuler Angry Birds. Sementara itu, Norwegia boleh membanggakan Opera, salah satu peramban terpopuler saat ini.

Nama terakhir inilah yang pada tanggal 11 Oktober lalu menyelenggarakan konferensi Up North Web 2011, bertempat di Holmenkollen Park Hotel Rica, Oslo, Norwegia. “Web Everywhere” menjadi tema besar tahun ini, berdasarkan fakta bahwa pilihan medium untuk mengakses internet semakin beragam. Mulai dari desktop, peranti bergerak, televisi, sampai dashboard mobil.

Pada acara ini, Opera mengundang sekitar 80 jurnalis dan blogger dari seluruh dunia, termasuk dari Indonesia yang diwakili InfoKomputer dan Kompas.com. “Rasanya saya belum pernah melihat kumpulan jurnalis sebanyak ini sejak Olimpiade Musim Dingin 1952 [di Oslo],” seloroh Lars Boilesen (CEO Opera) saat membuka acara.

Sungguh beruntung Opera memiliki penggagas konsep CSS (Cascading Style Sheet) ini sebagai Chief Technology Officer. Pasalnya, Håkon-lah otak di balik berbagai inovasi teknologi web yang diterapkan di peramban Opera. Tak terkecuali pada acara ini.

[Hakon Wium Lie (Chief Technology Officer Opera). [Foto: Erry FP]] Håkon memulai presentasinya dengan membacakan sebuah “surat untuk internet”. Agustus lalu, internet merayakan ulang tahun ke-25. Sepanjang usianya, internet telah menyumbang begitu banyak hal bagi kehidupan manusia modern, seperti Facebook, Google, dan Wikipedia.

“Tapi, masih ada sesuatu yang terkesan jadul pada halaman web, yakni scroll bar,” tukas Håkon.

Scroll bar disebut Håkon sebagai representasi gulungan perkamen yang ditinggalkan seiring kemajuan zaman. Posisinya digantikan oleh buku yang membagi teks ke dalam halaman-halaman berbeda sehingga lebih nyaman dibaca.

Analogi ini yang dipakai Håkon ke dalam Opera 12 yang saat ini tersedia dalam fase Alpha. Versi teranyar Opera ini bakal mempunyai opsi paged-presentation web atau dinamakan juga sebagai Paged Media. Walhasil, satu teks panjang (misalnya artikel Wikipedia) dapat dipilah-pilah menjadi beberapa kolom dan halaman web yang secara otomatis mengikuti ukuran layar. Jadi, jumlah halaman di desktop, misalnya, bisa saja berbeda dengan di tablet atau ponsel. Untuk membacanya, tinggal menggeser layar seperti membalik halaman buku.

Yang menarik, Paged Media bukan hanya memudahkan pengguna, melainkan juga pengembang web dan pemasang iklan. Soalnya, mereka dapat menentukan jumlah kolom untuk sebuah artikel dan besar space yang akan dialokasikan untuk banner iklan. Mereka bahkan bisa memajang iklan satu halaman penuh di sela-sela artikel, persis seperti di koran atau majalah.

Sebelumnya, kemampuan paginasi seperti ini cuma bisa dilakukan dengan bantuan program JavaScript. Opera melangkah lebih jauh dengan native support di peramban. “Cukup dengan menambahkan beberapa kode CSS saja,” ungkap Håkon.

Di samping Paged Media, Opera 12 Alpha telah mendukung hardware acceleration. Fungsi ini memungkinkan Opera memanfaatkan kartu grafis di PC untuk pengolahan gambar, video, dan animasi yang lebih baik. Namun, memang belum semua tipe kartu grafis kompatibel dengan fungsi ini.

Feature menarik lainnya adalah dukungan lebih terhadap HTML5 dan OpenGL untuk menampilkan video dan animasi 3D tanpa perlu plugin khusus, koneksi langsung dari peramban ke webcam, penambahan themes, dan fasilitas bookmark langsung ke Speed Dial.

[Christen Krogh (Chief Development Officer Opera). [Foto: Erry FP]] “Tapi, perubahan utama terletak di bagian yang tersembunyi, seperti kode JavaScript dan HTML parser,” kata Christen Krogh (Chief Development Officer Opera). Hal ini menjadikan Opera 12 Alpha lebih cepat 40% dan lebih hemat memori 30% dibanding versi sebelumnya.

Tidak hanya peramban desktop yang Opera benahi, peramban mobile pun tidak luput dari perbaikan.

Pada versi terbaru Opera Mini 6.5 dan Mobile 11.5, terdapat feature Data Usage. Di sini, tercantum ukuran halaman sebenarnya dan setelah dikompresi dalam satuan kilobytes. Walhasil, pengguna bisa mengetahui besar penghematan yang ia lakukan. Manfaat ini terutama akan dirasakan oleh mereka yang menggunakan paket data berbasis kuota atau sedang berstatus roaming.

“Ada lebih dari 200 juta pengguna aktif [Opera Mini dan Mobile]. Kalau dideretkan ke atas, hampir bisa menggapai bulan,” tukas Christen. Sebagai catatan, saat artikel ini ditulis, kedua versi anyar Opera Mini dan Mobile baru tersedia untuk OS Android. Platform lain dijanjikan menyusul segera.

Dalam jangka dua tahun sejak proyek ini dimulai, sekarang Opera sudah menjalin kerja sama dengan 7 produsen TV papan atas, antara lain Sony (untuk seri Bravia), Panasonic, Philips, dan Toshiba. Syaratnya, chipset yang dipakai harus mendukung operasional peramban. Teknologi web yang dipakai pun kurang lebih sama seperti di desktop, misalnya CSS dan HTML5 video tag.

[Peramban Opera yang telah dikustomisasi dan ditanamkan di perangkat TV. [Foto: Erry FP]] Dalam praktiknya, Opera TV lebih menekankan pada pengalaman menggunakan aplikasi. Meski berbasis web, aplikasi di Opera TV sudah dioptimisasi supaya tetap tampil sempurna di layar TV.

Christen mendemokan aplikasi streaming Vimeo yang bisa melakukan fungsi pencarian dan memutar video. Aplikasi lain contohnya Twitter, Facebook, news feed, dan beberapa games. Opera bahkan telah membuka Opera TV Store sebagai tempat jual beli aplikasi.

Bisa jadi, peramban di TV adalah lahan kesuksesan masa depan bagi Opera. Apalagi, para kompetitor sepertinya belum bergerak ke arah sana. Memang sudah ada Apple TV dan Google TV, tapi peramban yang dibuat masih terbatas untuk dipakai di produk mereka sendiri. Lars Boilesen sendiri mengakui, “Sumber daya yang sangat besar [saat ini] kami kerahkan ke [Opera] TV.”
Menatap lebih jauh lagi ke depan, bukan mustahil Opera meluncurkan peramban-peramban khusus lagi untuk peranti jenis lainnya. Kasarnya, apa saja yang punya layar dan terhubung ke internet, Opera siap untuk mengembangkan produknya di situ. Mungkin Opera bercita-cita, suatu saat nanti idiom Web Everywhere akan memiliki makna sama dengan Opera Everywhere. Sumber : http://www.infokomputer.com/software/mengintip-masa-depan-opera
komentar | | Read More...

Tablet baru dari Tekram

Penulis : qita nakata on Kamis, 08 September 2011 | 03.33

Kamis, 08 September 2011

Rp 000,000.00

Tablet baru dari Tekram

Merk ini memang tidak terkenal untuk produk tablet. Bagaimana bisa terkenal sedang merk ini lebih fokus pada SCSI dan cache controller. Sekarang Tekram melebarkan sayapnya untuk mecoba peruntungannya di pasar PC tablet. Dengan produk perdananya di kelas tablet, vueX VX-70A. Agaknya, ini merupakan indikasi bahwa mereka tengah mencoba pasar komputer tablet yang mulai  memanjat. Komputer tablet yang mengandalkan koneksi WiFi ini memanfaatkan layar kapasitif 7” yang diakses via stylus yang tersedia. Koneksi 3G juga bisa dimungkinkan melalui modem eksternal yang dihubungkan melalui port USB. Sayangnya, komputer tablet ini menggunakan prosesor VIA yang kinerjanya  tergolong lamban dibandingkan CPU yang diusung PC tablet lainnya. VueX VX-70A terlihat agak lamban memproses aplikasi, terutama program yang menampilkan grafis kompleks seperti game 3D. Hasil tes Quadrant sendiri menunjukkan kemampuan produk ini dengan kinerja tergolong minim, mirip dengan EG Touch. Layar resistive yang diusung juga kurang nyaman dipakai, sehingga lebih baik menggunakan stylus yang telah disediakan. Tampaknya Tekram vueX VX-70A memang lebih ditujukan untuk memenuhi aktivitas e-reader, olah dokumen sederhana, Internet, dan juga game 2D yang tidak terlalu berat. Dan yang pasti, harganya terjangkau. Kita bisa smembawa ulang produk tekram ini dengan harga sekitar 4,7 juta rupiah.
komentar | | Read More...

Adakah antivirus palsu

Penulis : qita nakata on Minggu, 21 Agustus 2011 | 19.13

Minggu, 21 Agustus 2011

Rp 000,000.00

 Antivirus palsu

Barangkali sesuatu yang tidak wajar bagi kita, ada antivirus palsu. dan perlu dipertanyakan, benarkah ada antivirus palsu?
Baru-baru ini ditemukan Win32/Delf.QCZ, yang di deteksi oleh antivirus ESET sebagai malware. Malware ini menginventari beberapa aplikasi keamanan untuk mematikan fungsi deteksinya. Modus penyebaran Win32/Delf.WCZ ini adalah menggunakan aplikasi lama “codec palsu/media player” dan link ke situs malware-laden yang menyebar lewat Facebook chat. Hebatnya, si pembuat malware kini juga telah meng-upgrade serangan menjadi lebih personal terhadap pengguna yang dijadikan target.
Trojan ini tidak hanya muncul sebagai pesan spam saja, tetapi juga muncul di wall pengguna facebook.

Trojan ini bisa dikategorikan sebagai antivirus palsu dan mengacaukan kerja aplikasi keamanan. Biasanya akan memunculkan screen peringatan tentang virus hasil deteksi di komputer yang berhasil terkonfirmasi dan perlu segera diperbaiki. Selanjutnya trojan akan menunggu sampai pengguna restart komputer. Jika komputer tidak dalam kondisi restart, peringatan bahaya virus akan muncul lagi dengan pesan bahwa tidak bisa dilakukan treatment terhadap virus sehingga harus melakukan reboot.

Link yang tampil ke web-web tersebut sangat mirip dengan tampilan pada YouTube. Ciri khasnya, biasanya malware ini akan meminta user untuk meng-upgrade Adobe Flash Player terlebih dahulu untuk dapat menyaksikan video yang dikirimkan. Salah satu trik yang digunakan agar calon korbannya tertarik adalah dengan meminta user menjalankan malware yang dikirim. Sedangkan nama user yang mengirimkan sudah tentu palsu karena diperoleh dari Facebook. Judul video yang ditampilkan di YouTube pun menggunakan judul tambahan agar terkesan sensasional.

Screenshot tersebut muncul dalam berbagai versi termasuk versi bahasa Rusia, masing-masing versi akan muncul sesuai dengan wilayah terjadinya infiltrasi sistem.
Bahkan jika korban tidak meng-klik opsi restart, malware akan tetap berupaya agar komputer restart. Pada Safe Mode, file direktori yang ada dalam aplikasi keamanan akan terhapus dan sistem akan restart secara otomatis dengan Normal Mode.

Jadi hati-hati dengan antivirus palsu yang menjadi musuh dalam selimut dalam facebook anda.
komentar | | Read More...

Tablet CDMA Pertama

Penulis : qita nakata on Minggu, 14 Agustus 2011 | 07.52

Minggu, 14 Agustus 2011

Rp 000,000.00

 AHA pad, Tablet CDMA pertama di Indonesia

Setelah digelontor oleh berbagai jenis PC tablet dari bermacam merek, Indonesia kali ini kedatangan tablet yang sedikit berbeda. Inilah AHA Pad, tablet Android berbasis CDMA pertama di tanah air.

AHA Pad merupakan produk besutan Bakrie Connectivity yang membundel layanan internet CDMA AHA ke dalam tablet Huawei Ideos S7 Slim. Tablet berukuran 7 inci ini memiliki spesifikasi antara lain Android 2.2 (Froyo), prosesor Snapdragon 1GHz, baterai 3250mAh, dan dukungan memori eksternal sampai 32GB.

Mengenai konektivitas, AHA Pad tentu saja dibekali kemampuan telepon dan internet WiFi dan EVDO Rev. A 800MHz/CDMA2000 1X. Kecepatan trafik datanya sendiri bisa mencapai 3,1 Mbps (unduh) dan 1,8 Mbps (unggah), tergantung paket berlangganan yang dipilih.

Di samping itu, AHA juga melakukan prapasang (pre-install) sejumlah aplikasi bawaan, yaitu:

    AHAshop (toko aplikasi seru dari AHA)
    AHAmyTV (akses siaran televisi dunia dan film ternama)
    AHAvibe (unduh ribuan full track original dari musisi favorit)
    AHAgames (unduh games seru)
    AHAstars (update, koleksi foto, dan interaksi dengan selebritas)
    AHAmail (akun e-mail pribadi)
    AHACherryView (temukan tempat-tempat seru dengan Augmented Reality).


“Kehadiran AHA Pad dimaksudkan untuk mengisi celah antara tablet premium seperti iPad dan tablet lokal yang sudah banyak beredar saat ini, tapi dengan kualitas yang mampu bersaing,” kata Erik Meijer (Presiden Direktur Bakrie Connectivity) dalam peluncuran AHA Pad di Planet Hollywood, Jakarta, Rabu (12/8).

AHA Pad telah tersedia di gerai-gerai AHA World/AHA Zone dan dibanderol dengan harga Rp2,88 juta (sebelum PPn).

Pengguna akan memperoleh gratis layanan internet selama 60 hari pertama, up to 600 kbps (7 hari pertama up to 3,1 Mbps). Untuk pemakaian selanjutnya, silakan berlangganan paket-paket yang tersedia di www.aha.co.id.
Diambil dari http://www.infokomputer.com/reguler/aha-pad-tablet-cdma-pertama-di-indonesia
komentar | | Read More...

Tablet android terbaru

Penulis : qita nakata on Jumat, 05 Agustus 2011 | 07.23

Jumat, 05 Agustus 2011

Rp 000,000.00

 Asus Eee Pad

Asus Eee Pad Transformer sebelumnya sudah menyediakan update sistem operasi Android 3.1 (Honeycomb), dan kini secara resmi sudah menyediakan update ke sistem operasi Android 3.2 yang menjadi tablet pertama di pasaran yang sudah menyediakan update Android 3.2 FOTA (Firmware Over The Air). Asus Eee Pad menyediakan pilihan opsional docking station yang menyediakan keyboard QWERTY sekaligus function key Android yang unik. Eee Pad Transformer juga sudah dilengkapi dengan Polaris Office 3.0, yakni Mobile Office Solution profesional yang memungkinkan pengguna untuk mengedit berbagai jenis dokumen office. Mulai dari file dokumen (.doc), spreadsheet (.xls), dan presentasi (.ppt). Pada update Android 3.2 ini, Eee Pad Transformer menambah fungsi Compatibility Zoom, yang dapat menyesuaikan resolusi aplikasi untuk ditampilkan dengan resolusi native pada layar Eee Pad Transformer (1280x800 pixel). Update Android 3.2 juga memungkinkan penggunaan touchpad pada Eee Docking untuk Eee Pad Transformer dengan lebih nyaman. Dukungan multi-gesture-nya pun menjadikan  touchpad memiliki kemampuan menerima perintah dengan gesture yang sama seperti saat langsung menyentuh layar.


Spesifikasi Asus Eee Pad Transformer singkat:
NVIDIA® Tegra™ 2 1.0GHz dual-core CPU for excellent multitasking & 1080p video playback • Android 3.0 Honeycomb O.S. with Adobe® Flash® 10.2 support*2 • Full QWERTY keyboard, touchpad input with Polaris® Office® for mobile productivity • 16*1 hours long battery life for all day computing with docking station
Brilliant IPS panel with ultra-wide 178⁰ viewing angle made from scratch resistant and super tough glass
One year of Unlimited ASUS WebStorage, two USB ports, SD and Micro SD card readers for easy sharing & storage expendability
3D stereo with max bass response with SRS premium sound

Spesifikasi Asus EEE Pad Transformer:
Dimensions L x B x H271 x 176 x 12.9 mmWeight1.98 lbs or 680 grams
Display
TypeIPS Capacitive Touchscreen With LED BacklightingSize10.1 inchColors & Resolution16 Million Colors & 1280 x 800 Pixels WXGA

Input/ User Interface
Input10-Finger Multi Touch
Scratch Resistant Gorilla Glass
WaveShare UI
Accelerometer sensor for UI auto-rotate
Proximity sensor for auto turn-off
G-Sensor, Light Sensor, Gyroscope

System PropertiesOperating SystemAndroid 3.0 Honeycomb OSCPU
Dual-Core Nvidia Tegra 2 Processor1GHz
1GB / 512MB RAM

Memory Storage
Internal Memory16GB/ 32GB memory storageMemory Expansion- Micro-SD card slot support for memory expansion
- 1 SD Card reader on Mobile Dock
- Asus Webstorage free for 1 year

Browser & Messaging
HTML, Flash
SMS, MMS, Email, Push Email and IM

Camera
- 5 Megapixels
- 2592 x 1944 pixels
- LED Flash, Auto FocusSecondary- 1.3 Megapixels
- 1280 x 1024 pixelsVideo Recording Capability- 1080p HD video recording capability @ 30fps
- 1920 x 1080 Pixels
-
Connectivity
Bluetooth & USBBluetooth v2.1 with EDR & 2x micro USB 2.0WLANWi-Fi 802.11 b/g/nHeadset3.5mm stereo headset jackGPSA-GPS3GYesHDMI- Yes
- HDMI 1.3

Music & Video
Music FormatMP3, WMAVideo FormatMPEG4, H.263, H.264

Battery
TypeLi-Ion 24.2Wh Standard batteryBattery Life- 9.5 Hours Running
- 16 Hours Of Battery Life With Docked Keyboard

Fitur lain
1080p HD video playback
Micro HDMI Connector
Docking Port
MyGallery and MyWave UI of Asus
Asus Launcher, MyLibrary, MyNet, MyCloud apps
Adobe 10.2 Flash compatibility
SD / SDHC Card Reader
Facebook integration
Android Market, G-mail, Google Maps, G-Talk
Facebook, Twitter, YouTube, Picasa
Quickoffice, Digital compass

Colors :  Black
Harga :  Tablet PC ini bakal dibanderol seharga $549 atau sekitar Rp 4,7 jutaan.


komentar | | Read More...

LCD terbesar

Penulis : qita nakata on Senin, 01 Agustus 2011 | 21.04

Senin, 01 Agustus 2011

Rp 88.000,000.00
PT SEID atau PT Sharp Electronics Indonesia. Perusahaan ini bermula dari PT Yasonta, yang didirikan pada 1970 sebagai perusahaan nasional dan pada tahun 1994 Sharp Corporation membeli saham PT Yasonta dan berganti nama menjadi Sharp Yasonta Indonesia (SYI). SYI adalah perusahaan produsen elektronika, seperti: televisi berwarna dan produk-produk audio seperti mini compo, home theater, dan radio kaset dan juga alat-alat elektronik keperluan rumah tangga seperti, lemari es, freezer.
Mulai 1 April 2005 PT Sharp Yasonta Indonesia Antarnusa (yang disokong oleh SYI) bergabung dengan PT Sharp Yasonta Indonesia dan berganti nama menjadi PT Sharp Electronics Indonesia (SEID).
“Sharp ingin selalu menjadi yang terdepan untuk memberikan kepuasan dan produk terkini pada masyarakat dan pecinta elektronika pada khususnya, untuk itulah Sharp bekerjasama dengan Hartono Elektronika menggelar eksibisi elektronika terbesar di Surabaya ini,” kata Senior Manager Area Jawa Timur PT. Sharp Electronics Indonesia, Bp. Thomas Effendi.
SHARP juga meluncurkan produknya yaitu IDP 108 inchi (Information Display Panel 108 inchi) – LCD terbesar di dunia. Untuk pemakaian profesional. IDP 108 inchi mempersembahkan kemajuan teknologi LCD terdepan yang dapat memberikan pengalaman menakjubkan untuk melihat objek pada ukuran yang sangat detail dan juga sesuai dengan bentuk aslinya.  
Sebelumnya, sedikit di kalangan industri yang membayangkan sebuah televisi LCD lebih dari 37 inch, karena pixel dapat menjadi jelek kualitasnya, jika layar dipanjangkan terlalu jauh, tetapi Sharp mengatakan pihaknya telah mengembangkan teknologi untuk mencegah distorsi seperti itu.
Sharp mengatakan dalam sebuah pernyataan, TV raksasa itu akan memberi "tampilan definisi tinggi pada layar sangat besar, seperti hidup."









komentar | | Read More...

Smartphone 3D pertama

Penulis : qita nakata on Minggu, 31 Juli 2011 | 10.33

Minggu, 31 Juli 2011

Rp 000,000.00
 

 

 

 

 

LG Optimus 3D


Kejutan LG kali ini hadir lewat Optimus 3D (model LG-P920), smartphone terbaru mereka yang muncul dengan arsitektur yang disebut Tri-Dual yaitu  menggunakan prosesor dual-core TI OMAP4430 (Cortex A9 1GHz), dual-channel (RAM 512MB dibangun dengan 2 buah memori ) agar proses pengolahan data jadi lebih cepat. Teknologi ini mirip dengan dual-channel pada komputer dan baru LG yang menerapkannya pada ponsel cerdas , dan juga dilengkapi dengan dual-memory.
Dengan arsitektur Tri-Dual ini, pemrosesan data akan berlangsung lebih gegas antara CPU dan memori yang hasilnya membuat aktivitas multitasking mulai browsing, multimedia, dan gaming berjalan lebih mulus. Teorinya, smartphone ini akan berlari lebih kencang dibandingkan gadget yang hanya mengandalkan dual-core saja.
Optimus 3D  juga memiliki 2 kamera yang berfungsi menghadirkan image stereoscopic atau displai 3 dimensi, dan ini yang kami dianggap paling menarik.
Displai 4,3" (resolusi 480x800 pixel) di smartphone berbasis Android 2.2 (Froyo) ini ternyata mampu menampilkan tayangan 3D langsung ke mata Anda tanpa perlu kacamata khusus. Ini dimungkinkan berkat kombinasi 2 kamera 5MP yang diletakkan berdekatan sedemikian rupa di punggung Optimus 3D. Alhasil, Anda akan mampu menciptakan foto dan video 3D yang akan lebih efektif hasilnya pada jarak 30cm hingga 5 meter.
Guna mendapatkan informasi lokasi dalam sajian 3D, LG juga bekerjasama dengan Wikitude untuk menghadirkan browser yang mampu menampilkan tampilan 3D (Augmented Reality) secara real-time. Sementara ini Wikitude 3D merangkum informasi lebih dari 100 juta lokasi di seluruh dunia dan tersedia dalam 12 bahasa.
LG Electronincs Indonesia baru akan meluncurkan secara resmi bulan Agustus nanti dengan harga dibawah Rp 6 juta. Diikuti Samsung yang berencana menghadirkan rival serupa lewat Galaxy 3D, begitu pun HTC yang berencana melansir seri Evo 3D.
komentar | | Read More...

USB wireless adapter terkecil

Rp 000,000.00

 

 USB wireless adapter Asus USB-N10

USB wireless adapter Asus USB-N10 ini bisa jadi merupakan wireless adapter terkecil di dunia. Kalau USB wireless adapter lain rata-rata memiliki panjang lebih dari 5 cm, Asus USB-N10 ini memiliki panjang hanya sekitar 3 cm saja. Dengan ukuran yang sangat kecil ini, Asus USB-N10 ini sangat mudah dimasukkan ke saku Anda dan dibawa ke mana pun. Namun hati-hati karena bentuknya yang sangat kecil ini juga berpotensi membuatnya mudah terselip dan hilang.
Asus USB-N10 ini memiliki dukungan terhadap teknologi nirkabel 802.11n. Selain itu, USB-N10 ini juga tetap kompatibel dengan perangkat lain yang masih menggunakan standar 802.11b atau 802.11g. Ini membuat Anda tidak perlu khawatir dengan kompatibilitas alat ini.
Walaupun memiliki bentuk yang sangat kecil, Asus USB-N10 ini ternyata memiliki feature yang cukup menjanjikan. Di dalam tubuhnya yang kecil itu terdapat dua buah antena yang bentuknya sangat kecil. Namun meskipun ukuran antenanya kecil, ternyata daya jangkaunya cukup bagus.
Untuk mengetahui kinerjanya, kami mencoba menguji USB wireless adapter ini dengan menghubungkannya ke sebuah wireless access point. Hasilnya Asus USB-N10 ini memiliki kinerja yang cukup responsif dan cepat meskipun kecepatannya secara keseluruhan masih tergantung kepada wireless access point yang terhubung. Daya tangkapnya juga cukup baik.
Saat kami mencoba menghubungkannya dengan wireless router yang diletakkan agak jauh dan cukup terhalang, USB wireless adapter ini masih mampu menangkap sinyalnya dengan baik. Yang cukup menjadi perhatian kami adalah, saat digunakan dalam waktu yang lama,wireless adapter ini menghasilkan panas yang cukup terasa. Namun hal ini tampaknya bisa dimengerti mengingat bentuknya yang sangat kecil.
USB wireless adapter Asus USB-N10 ini menyimpan kekuatan yang cukup menjanjikan di balik bentuknya yang begitu kecil. Kompatibilitasnya dengan perangkat nirkabel juga termasuk baik. Bentuknya yang kecil juga membuatnya mudah disimpan di mana saja. Sekali lagi, hati-hatilah jangan sampai perangkat ini terselip.  (Steven Irwandi)

Diambil dari http://www.infokomputer.com/jaringan/asus-usb-n10
komentar | | Read More...

Blog Archive

Popular posts

 
Company Info | Contact Us | Privacy policy | Term of use | Widget | Advertise with Us | Site map
Copyright © 2011. WEBQITA . All Rights Reserved.
Design Template by panjz-online | Support by creating website | Powered by Blogger