iklan

Raksasa Dunia Maya Berkoalisi

Diposkan oleh qita nakata | 14:43

Malware begitu menggila, khususnya di Asia Tenggara,  hal ini membuat sejumlah raksasa internet dunia merasa terpanggil dalam memberikan edukasi mengenai keamanan di dunia maya.
Sebagai langkah nyata, eBay, Google, Skype, dan Yahoo! berkoalisi untuk membentuk sebuah asosiasi bernama Asia Internet Coalition (AIC). AIC bertujuan untuk mempromosikan pemahaman tentang isu-isu kebijakan Internet di kawasan Asia Tenggara.


Diketuai oleh Dr. John Ure (Director of the Telecommunications Research Project, Hong Kong University), AIC bertujuan untuk mendapat dukungan dari para pembuat kebijakan, industri, dan pengguna untuk mempromosikan tujuan-tujuan tersebut.

Beberapa waktu lalu, AIC memperkenalkan diri di Indonesia sembari menjalin kerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika dalam melaksanakan Seminar Internet Sehat dan Aman.
Kegiatan ini sejalan dengan Gerakan Masyarakat Internet Sehat Aman (GEMA INSAN) yang dideklarasikan pada Rakornas Kementerian Kominfo pada 25 Oktober 2010 lalu. Gerakan ini juga berfungsi sebagai pembentuk karakter bangsa perlu diimbangi dengan upaya peningkatan kuantitas konten yang berkualitas, peningkatan etika berinternet yang sehat dalam meminimalisir dampak negatif.


“Melalui acara ini, anggota AIC bergabung untuk mencapai tujuan dalam mendorong orang tua, guru, dan masyarakat guna memengaruhi dan mendidik anak-anak mengenai cara online secara aman,” kata John Ure.
Kegiatan ini sejalan dengan Gerakan Masyarakat Internet Sehat Aman (GEMA INSAN) yang dideklarasikan pada Rakornas Kemenkominfo pada 25 Oktober 2010 lalu. Gerakan ini menegaskan bahwa pembentukan karakter bangsa perlu diimbangi dengan upaya peningkatan kuantitas konten yang berkualitas serta peningkatan etika berinternet yang sehat dalam meminimalisir dampak negatif.

“Kami menghargai kolaborasi antara AIC dan pemerintah Indonesia dalam hal keamanan online. Kami senang melihat inisiatif seperti ini yang meningkatkan kesadaran dan membangun keamanan online dunia untuk pengguna internet di Indonesia,” ujar Menkominfo Tifatul Sembiring dalam sambutan acara tersebut.
Saat ini, Indonesia memiliki hampir 45 juta pengguna Internet. Penetrasi komputer dalam rumah tangga tumbuh pada tingkat pertumbuhan 25,8% per tahun dan merupakan salah satu negara dengan pertumbuhan jumlah pengguna baru Internet yang tercepat di dunia.

Tabulet Octa 2

Diposkan oleh qita nakata | 03:08

Setelah sukses dengan Tabulet Octa, Erasa Mandiri Teknosis, merilis penerusnya Octa 2. Tak banyak perubahan yang mendasar pada produk terbarunya ini.


 Ada sejumlah pembaruan dilakukan. Pada produk terbaru modem 3G telah diintegrasikan ke dalam perangkat. Modem  built-in 3G ini telah mendukung teknologi HSDPA yang mampu mndeliver data dengan kecepatan sampai dengan 7.2 mbps. Modem di Octa 2 juga bisa dijadikan hot spot.

Kualitas display Octa 2 lebih baik dari pendahulunya. Display dengan kualitas High Definition XGA 1024 x 768 dan mendukung 6 titik multisentuh. Display HD nyaman untuk menikmati tayangan video, termasuk foto. Ada port untuk koneksi mini HDMI. Tabulet bisa dikonekasikan ke televisi atau monitor. Ia juga didukung dengan teknologi Antireflektive agar bisa digunakan di luar ruangan.

Untuk koneksi ada yang baru. Produk terbaru menyediakan  port USB to Go. Dengan USB to go Tabulet bisa dikoneksikan ke external Hard Disk dan Mouse. Dengan aplikasi ini, pengguna bisa melakukan editing konten atau file yang ada di device lain dan sebaliknya.

Selain Wifi dan Bluetooth, ada port mini HDMI untuk memudahkan koneksi ke TV atau monitor terpisah. Selain Wifi dan Bluetooth. Ia didukung dengan GPS dan ccelerometer (G-Sensor).

Sebagaimana pendahulunya, ia bekerja dengan Android GingerBread 2.3 dan  processor Arm Cortex A8 1GHz. RAM 512 MB dengan memori internal 8 GB . Memori internal bisa diekspan hingga 32 GB menggunakan MicroSD.

Yang juga tidak berubah adalah kamera, Octa 2 memiliki dua kamera, satu di depan, satu di belakang. Kamera utama memiliki sensor 2 mega piksel.

Bulan lalu, Tabulet memberikan bocoran bahwa Tabulet Octa 2 akan hadir bulan Februari ini dalam tiga pilihan warna: putih, hitam, dan merah. Kini, spesifikasi kompletnya telah dirilis untuk publik.

Seperti Tabulet Octa yang dirilis bersamaan dengan ajang Indocomtech 2011 bulan November lalu, Octa 2 pun bakal mulai dipasarkan dalam pameran Mega Bazaar Computer 2012, 29 Februari – 4 Maret 2012.

Berapa harganya? “Tetap ramah di kantong. Tidak sampai tiga juta rupiah,” kata Raymond Tanujaya (Sales Director Tabulet) tanpa menyebut banderol pastinya.

Ada apa dengan Pacobux

Diposkan oleh qita nakata | 07:41

Sekian lama menempuh kehidupan bersamanya, tapi beberapa hari ini, sesuatu yang sangat tidak diharapkan terjadi.

Pacobux

, yang sekian lama membayar membernya, menjadikan ptc ini beda dengan yang lain, mengalami kemunduran. Web ini sekarang mengalami maintenance, sejak beberapa hari yang lalu, ( sekitar 5 hari ketika tulisan ini dibuat )


Hal ini memang diberitahukan oleh admin sebelumnya, bahwa akan ada reset dalam semua balance. Dan hari berikutnya, sang admin mengutarakan tentang minimnya pemasukan dan besarnya pengeluaran. Sehingga sangat memerlukan dana suntikan untuk pembangunan kembali PTC yang satu ini.
Entah sampai kapan maintenace akan berjalan, atau memang PTC hendak mengundurkan diri.
Bagaimanapun juga, penulis berterima kasih pada sang admin Pacobux, pemberian anda tidak akan sia-sia.

STRATEGI BARU AMD

Diposkan oleh qita nakata | 05:28

Strategi Baru AMD

Mike Silverman, juru bicara AMD mengungkapkan, "Saat ini AMD berada pada titik yang stagnan di mana tidak akan ada lagi istilah persaingan antara Intel dan AMD karena kami akan mundur dari persaingan prosesor desktop. Kini kami tidak lagi fokus untuk menyaingi Intel, tapi lebih memfokuskan diri pada konsumen dan pasar."

Pernyataan ini bisa jadi akibat AMD yang selalu berada di belakang Intel dalam persaingan prosesor desktop. Meski baru-baru ini Bulldozer berhasil memecahkan rekor dunia dengan pencapaian overclock tertinggi, namun mereka tetap tidak bisa mengalahkan dominasi Intel dengan Sandy Bridge-nya. Apalagi, sepak terjang Intel masih berlanjut dengan akan dihadirkannya prosesor Ivy Bridge.

Beberapa waktu lalu, AMD secara mengejutkan menyatakan mundur dari persaingannya selama kurun waktu 30 tahun dengan Intel di ranah prosesor desktop.

Tahun lalu, Intel mengumumkan hasil penjualannya yang mencapai US$44 miliar, sementara AMD hanya mampu mencapai US$6,5 miliar saja. Saat ini, AMD hanya menikmati market share sebesar 19 persen saja, turun dari 23 persen yang dicapai pada tahun sebelumnya.

Pernyataan tersebut juga menegaskan bahwa AMD tidak benar-benar mundur, tapi akan mengalihkan persaingan di segmen lain.

AMD baru akan merinci strateginya lebih lanjut secara detail pada Februari 2012 setelah diadakannya gelaran Computer Electronics Show (CES) pada Januari mendatang.

Rick Bergman, General Manager AMD, sedikit memberi bocoran dengan mengatakan bahwa, "Kami belum berencana bermain di segmen smartphone. Namun jika ke depannya terdapat peluang yang menguntungkan, kami akan mempertimbangkannya kembali. Untuk saat ini, peluang yang ada pada segmen server, notebook, dan komputer tablet lebih menarik dan menjadi fokus kami."


sumber : http://www.infokomputer.com/reguler/amd-mundur-demi-susun-strategi-baru

PTC tidak seperti yang lain

Diposkan oleh qita nakata | 07:04

Kami tidak seperti yang lain ,

sepertinya itu memang sesuai dengan apa yang menjadi kenyataan.
Setelah sekian lama online, ptc yang satu ini tetap menjaga semboyannya, dengan tetap membayar pada membernya ( jika ada permintaan tentunya ).
Peraturan yang membagi PO menjadi 2 dengan pembagian 50% untuk purchase balance dan 50 % lagi bisa masuk ke alat pembayaran kita, diberlakukan dengan tidak mengurangi keuntungan. Menurut saya sendiri , ini justru lebih menguntungkan, untuk jangka lama. Kita bisa menggunakan purchase kita untuk keperluan lain, tanpa harus repot-repot kirim lewat alat pembayaran.
Dengan pembagian PO 50-50 ini, saya sendiri sekarang sudah bisa rental referal, lumayan kan?
Sekarang rental referal saya sekitar 10 orang. Jadi memang tidak ada ruginya.
Pacobux sudah lama online dengan berganti ganti peraturan, yang semuanya tidak merugikan membernya. Sampai saat ini saya terus mengacungkan jempol saya untuk owner dan adminnya.
Tapi ada sedikit ganjalan dalam perjalanan member standart, jika PO total nya sudah mencapai $20, maka untuk minta PO lagi, harus upgrade ke tingkat yang lebih tinggi dulu. Tidak boleh standart lagi.Itu artinya member standart bisa PO sekitar 5 kali, setelah itu harus upgrade, untuk bisa PO lagi. Tapi bagaimanapun juga, pacobux termasuk salah satu ptc yang jarang menaikan minimum Po nya, Jika menaikan itu juga tidak lebih dari 50 %.
Nah, peraturan yang mengharuskan 50 50 itu juga cukup membantu dengan keadaan ini. Jika PO total kita sudah mencapai maksimum, kita juga bisa gunakan purchase kita untuk upgrade. Tentu saja, purchase dari hasil pembagian Po kita.
Sampai saat tulisan ini dipublikasikan Pacobux masih bisa dipercaya (semoga akan terus begitu ).
Karena memang tidak ada yang menjamin bisnis PTC. Kita tidak tau sampai mana kekuataannya bisa bertahan membayar membernya. Dengan purchase 50 50 sangat meringankan kita dan sangat memudahkan kita.
Ayo kita cari keuntungan dengan daftar di Pacobux.
Klik disini untuk daftar.

Masa Depan Opera

Diposkan oleh qita nakata | 20:27

Terinspirasi dari keindahan alam Norwegia, lahirlah peramban yang bukan hanya tampil cantik, melainkan juga selalu inovatif. Nomor satu di ponsel, populer di desktop, dan sekarang telah merambah ke perangkat televisi. Inilah cerita masa kini dan masa depan Opera.

Skandinavia, tanah air kaum Viking yang terletak di belahan Eropa Utara. Disadari atau tidak, lebih dari satu abad terakhir, kawasan ini telah menelurkan sejumlah perusahaan besar di industri teknologi informasi dan komunikasi.

Swedia punya Ericsson, vendor perangkat telekomunikasi mobile terbesar di dunia. Denmark memiliki Bang & Olufsen, nama besar dalam bidang sistem audio. Finlandia adalah negara asal Nokia, penguasa pasar ponsel dunia, dan Rovio Mobile, pengembang mobile game terpopuler Angry Birds. Sementara itu, Norwegia boleh membanggakan Opera, salah satu peramban terpopuler saat ini.

Nama terakhir inilah yang pada tanggal 11 Oktober lalu menyelenggarakan konferensi Up North Web 2011, bertempat di Holmenkollen Park Hotel Rica, Oslo, Norwegia. “Web Everywhere” menjadi tema besar tahun ini, berdasarkan fakta bahwa pilihan medium untuk mengakses internet semakin beragam. Mulai dari desktop, peranti bergerak, televisi, sampai dashboard mobil.

Pada acara ini, Opera mengundang sekitar 80 jurnalis dan blogger dari seluruh dunia, termasuk dari Indonesia yang diwakili InfoKomputer dan Kompas.com. “Rasanya saya belum pernah melihat kumpulan jurnalis sebanyak ini sejak Olimpiade Musim Dingin 1952 [di Oslo],” seloroh Lars Boilesen (CEO Opera) saat membuka acara.

Sungguh beruntung Opera memiliki penggagas konsep CSS (Cascading Style Sheet) ini sebagai Chief Technology Officer. Pasalnya, Håkon-lah otak di balik berbagai inovasi teknologi web yang diterapkan di peramban Opera. Tak terkecuali pada acara ini.

[Hakon Wium Lie (Chief Technology Officer Opera). [Foto: Erry FP]] Håkon memulai presentasinya dengan membacakan sebuah “surat untuk internet”. Agustus lalu, internet merayakan ulang tahun ke-25. Sepanjang usianya, internet telah menyumbang begitu banyak hal bagi kehidupan manusia modern, seperti Facebook, Google, dan Wikipedia.

“Tapi, masih ada sesuatu yang terkesan jadul pada halaman web, yakni scroll bar,” tukas Håkon.

Scroll bar disebut Håkon sebagai representasi gulungan perkamen yang ditinggalkan seiring kemajuan zaman. Posisinya digantikan oleh buku yang membagi teks ke dalam halaman-halaman berbeda sehingga lebih nyaman dibaca.

Analogi ini yang dipakai Håkon ke dalam Opera 12 yang saat ini tersedia dalam fase Alpha. Versi teranyar Opera ini bakal mempunyai opsi paged-presentation web atau dinamakan juga sebagai Paged Media. Walhasil, satu teks panjang (misalnya artikel Wikipedia) dapat dipilah-pilah menjadi beberapa kolom dan halaman web yang secara otomatis mengikuti ukuran layar. Jadi, jumlah halaman di desktop, misalnya, bisa saja berbeda dengan di tablet atau ponsel. Untuk membacanya, tinggal menggeser layar seperti membalik halaman buku.

Yang menarik, Paged Media bukan hanya memudahkan pengguna, melainkan juga pengembang web dan pemasang iklan. Soalnya, mereka dapat menentukan jumlah kolom untuk sebuah artikel dan besar space yang akan dialokasikan untuk banner iklan. Mereka bahkan bisa memajang iklan satu halaman penuh di sela-sela artikel, persis seperti di koran atau majalah.

Sebelumnya, kemampuan paginasi seperti ini cuma bisa dilakukan dengan bantuan program JavaScript. Opera melangkah lebih jauh dengan native support di peramban. “Cukup dengan menambahkan beberapa kode CSS saja,” ungkap Håkon.

Di samping Paged Media, Opera 12 Alpha telah mendukung hardware acceleration. Fungsi ini memungkinkan Opera memanfaatkan kartu grafis di PC untuk pengolahan gambar, video, dan animasi yang lebih baik. Namun, memang belum semua tipe kartu grafis kompatibel dengan fungsi ini.

Feature menarik lainnya adalah dukungan lebih terhadap HTML5 dan OpenGL untuk menampilkan video dan animasi 3D tanpa perlu plugin khusus, koneksi langsung dari peramban ke webcam, penambahan themes, dan fasilitas bookmark langsung ke Speed Dial.

[Christen Krogh (Chief Development Officer Opera). [Foto: Erry FP]] “Tapi, perubahan utama terletak di bagian yang tersembunyi, seperti kode JavaScript dan HTML parser,” kata Christen Krogh (Chief Development Officer Opera). Hal ini menjadikan Opera 12 Alpha lebih cepat 40% dan lebih hemat memori 30% dibanding versi sebelumnya.

Tidak hanya peramban desktop yang Opera benahi, peramban mobile pun tidak luput dari perbaikan.

Pada versi terbaru Opera Mini 6.5 dan Mobile 11.5, terdapat feature Data Usage. Di sini, tercantum ukuran halaman sebenarnya dan setelah dikompresi dalam satuan kilobytes. Walhasil, pengguna bisa mengetahui besar penghematan yang ia lakukan. Manfaat ini terutama akan dirasakan oleh mereka yang menggunakan paket data berbasis kuota atau sedang berstatus roaming.

“Ada lebih dari 200 juta pengguna aktif [Opera Mini dan Mobile]. Kalau dideretkan ke atas, hampir bisa menggapai bulan,” tukas Christen. Sebagai catatan, saat artikel ini ditulis, kedua versi anyar Opera Mini dan Mobile baru tersedia untuk OS Android. Platform lain dijanjikan menyusul segera.

Dalam jangka dua tahun sejak proyek ini dimulai, sekarang Opera sudah menjalin kerja sama dengan 7 produsen TV papan atas, antara lain Sony (untuk seri Bravia), Panasonic, Philips, dan Toshiba. Syaratnya, chipset yang dipakai harus mendukung operasional peramban. Teknologi web yang dipakai pun kurang lebih sama seperti di desktop, misalnya CSS dan HTML5 video tag.

[Peramban Opera yang telah dikustomisasi dan ditanamkan di perangkat TV. [Foto: Erry FP]] Dalam praktiknya, Opera TV lebih menekankan pada pengalaman menggunakan aplikasi. Meski berbasis web, aplikasi di Opera TV sudah dioptimisasi supaya tetap tampil sempurna di layar TV.

Christen mendemokan aplikasi streaming Vimeo yang bisa melakukan fungsi pencarian dan memutar video. Aplikasi lain contohnya Twitter, Facebook, news feed, dan beberapa games. Opera bahkan telah membuka Opera TV Store sebagai tempat jual beli aplikasi.

Bisa jadi, peramban di TV adalah lahan kesuksesan masa depan bagi Opera. Apalagi, para kompetitor sepertinya belum bergerak ke arah sana. Memang sudah ada Apple TV dan Google TV, tapi peramban yang dibuat masih terbatas untuk dipakai di produk mereka sendiri. Lars Boilesen sendiri mengakui, “Sumber daya yang sangat besar [saat ini] kami kerahkan ke [Opera] TV.”
Menatap lebih jauh lagi ke depan, bukan mustahil Opera meluncurkan peramban-peramban khusus lagi untuk peranti jenis lainnya. Kasarnya, apa saja yang punya layar dan terhubung ke internet, Opera siap untuk mengembangkan produknya di situ. Mungkin Opera bercita-cita, suatu saat nanti idiom Web Everywhere akan memiliki makna sama dengan Opera Everywhere.

Sumber : http://www.infokomputer.com/software/mengintip-masa-depan-opera

Tablet baru dari Tekram

Diposkan oleh qita nakata | 03:33

Tablet baru dari Tekram

Merk ini memang tidak terkenal untuk produk tablet. Bagaimana bisa terkenal sedang merk ini lebih fokus pada SCSI dan cache controller. Sekarang Tekram melebarkan sayapnya untuk mecoba peruntungannya di pasar PC tablet. Dengan produk perdananya di kelas tablet, vueX VX-70A. Agaknya, ini merupakan indikasi bahwa mereka tengah mencoba pasar komputer tablet yang mulai  memanjat.

Komputer tablet yang mengandalkan koneksi WiFi ini memanfaatkan layar kapasitif 7” yang diakses via stylus yang tersedia. Koneksi 3G juga bisa dimungkinkan melalui modem eksternal yang dihubungkan melalui port USB. Sayangnya, komputer tablet ini menggunakan prosesor VIA yang kinerjanya  tergolong lamban dibandingkan CPU yang diusung PC tablet lainnya. VueX VX-70A terlihat agak lamban memproses aplikasi, terutama program yang menampilkan grafis kompleks seperti game 3D. Hasil tes Quadrant sendiri menunjukkan kemampuan produk ini dengan kinerja tergolong minim, mirip dengan EG Touch. Layar resistive yang diusung juga kurang nyaman dipakai, sehingga lebih baik menggunakan stylus yang telah disediakan. Tampaknya Tekram vueX VX-70A memang lebih ditujukan untuk memenuhi aktivitas e-reader, olah dokumen sederhana, Internet, dan juga game 2D yang tidak terlalu berat. Dan yang pasti, harganya terjangkau. Kita bisa smembawa ulang produk tekram ini dengan harga sekitar 4,7 juta rupiah.